DIHADIRI PRESIDEN JOKOWI ; CANDI PRAMBANAN AKAN KEMBALI JADI SAKSI BANGKITNYA HINDU DI INDONESIA

Dihadiri Presiden Jokowi ; Candi Prambanan Akan Kembali Jadi Saksi Bangkitnya Hindu di Indonesia
Gunungan & Ogoh - Ogoh di Prambanan
Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko pada tanggal 8 Maret mendatang akan kembali menjadi saksi kebangkitan Hindu di Jawa dan Indonesia. Lebih dari 30 ribu umat Hindu dari berbagai pelosok Jawa Tengah / DIY dan sekitarnya akan hadir untuk menyatukan cipta, rasa dan karsanya dalam pelaksanaan upacara Tawur Agung Tahun Baru Saka 1938 / 2016 M. Melihat tahun - tahun sebelumnya, tren kehadiran umat mengalami kenaikan yang signifikan. Hal itu ditandai dengan jumlah tenda yang disediakan untuk area persembahyangan makin bertambah luas. Apalagi untuk perayaan tahun ini Presiden Jokowi dijadwalkan akan kembali hadir. "Pasti Mbludak umat yang hadir, Mas" kata salah seorang panitia. Untuk itu panitia menghimbau agar umat yang akan hadir untuk datang lebih awal, dikarenakan adanya aturan protokoler kepresidenan terkait dengan proses pemeriksaan umat dan undangan yang akan memasuki area upacara.


Pelaksanaan Tawur Agung sendiri akan dimulai sejak pukul 06.00 pagi dengan pembuatan tirtha suci di Candi Kraton Boko yang selanjutnya akan dikirab secara massal dibawa ke Candi Prambanan. Kirab ini seperti pelaksanaan sebelumnya pasti akan menarik khalayak umum untuk menyaksikannya. Karena dalam kirab ini akan diikuti oleh berbagai elemen umat Hindu dan umum dengan berbagai atraksinya. 

Setelah kirab akan dilksanakan upacara seremonial ditandai dengan kehadiran Presiden Jokowi beserta rombongan yang akan tiba di Candi Prambanan sekitar pukul 09.00 Wib. Presiden rencananya akan disambut dengan tari penyambutan tradisional Jawa Tengah "Tari Gambyong" dan di akhir acara disuguhi Sendratari Ramayana.

Ada yang berbeda dari penyelenggaraan tahun ini yaitu akan dikumandangkan doa keselamatan Bangsa "Memayu Hayuning Bawono". Selain itu juga akan ada lantunan Kidung Bhagawadgita massal dalam tembang Jawa. Seluruh rangkaian upacara akan diakhiri dengan persembahyangan bersama. 

Sebagai informasi tradisi Tawur Agung di Candi Prambanan sudah dilaksanakan sejak tahun 1985. Pada tahun 1983 hari raya Nyepi dinyatakan sebagai hari libur nasional dan restorasi Candi Prambanan pun telah selesai, selang dua tahun, dirintislah kembali perayaan hari raya Nyepi di Prambanan. Tidak mudah mendapatkan izin pemakaian Candi Prambanan pada saat itu. jalan memang sangat licin dan berliku yang mesti harus dilewati penuh; ancaman,tantangan, hambatan, gangguan baik secara internal maupun eksternal. 

Namun dengan keyakinan; pikiran yang baik datang dari segala penjuru, semua permasalahan yang muncul satu demi satu teratasi. Bahkan umat Hindu pun berhasil mendapat dispensasi penggunaan candi Prambanan untuk kegiatan upacara keagamaan Hindu wisuda bumi sekali dalam setahun (bandingkan dengan perayaan hari raya Waisak di Candi Borobudur yang harus memborong tiket masuk untuk satu hari yang mencapai puluhan juta rupiah). 

Waktu demi waktu manajemen penyelenggaraan dalam rangka peringatan hari raya Nyepi - wisuda bumi, mulai dibenahi dan disempurnakan dengan melibatkan kelembagaan Umat Hindu Prov. DI Yogyakarta. Perhatian, simpati dan empati dari berbagai pihak mulai mengalir, termasuk Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat dan Ditjen Bimas Hindu. Bahkan pernah dihadirkan Wakil Presiden RI - Jendral Tri Sutrisno dan Presiden RI - H. Abdulrachman Wahid dan terakhir Presiden Jokowi. 

Astungkara kini telah dapat mentradisi dengan baik, penyelenggaranya bergantian dengan DI Yogyakarta sebagai leading sektornya yang didukung penuh oleh Ditjen Bimas Hindu berupa bimbingan dan dukungan dana yang semakin besar sehingga menjadikan wisuda bumi dalam rangka Tawur Agung Nyepi di Prambanan lebih semarak. 

Tahun ini Candi Prambanan dan Candi Boko akan kembali menjadi saksi gigihnya umat Hindu mempertahankan ajaran dharmanya. Semoga Dharma di Hati, Dharma di Bumi dan Dharma di Akhirat.


Symber : kicauan dharma

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

IKUTI BLOG INI