DEWI DURGA PEMBASMI KEJAHATAN

HINDU BALI - Kebanyakan umat Hindu mengira bahwa Dewi Durga adalah dewi yang menakutkan dan menyeramkan, padahal tidak seperti itu. Bahkan di Bali, Dewi Durga dilambangkan dalam bentuk Rangda. 

Mungkin anda tidak tahu bahwa Dewi Durga adalah dewi yang bertugas untuk 
- membasmi kejahatan dan 
- menolong orang-orang yang teraniaya. 

Dewi Durga adalah istri dari Dewa Siwa dan memiliki beberapa putra diantaranya :
1. Dewa Ganesha, 
2. Dewa Kumara atau Kartikeya, dan 
3. Dewa Kala.

Jika anda beranggapan bahwa Dewi Durga dipuja oleh orang-orang jahat dan penganut ilmu hitam, mulai sekarang anda harus menghapus anggapan keliru itu. Sebenarnya Dewi Durga itu dipuja oleh orang yang terancam jiwanya. Mereka memohon anugerah berupa kesaktian dari Dewi Durga untuk membasmi orang-orang jahat. 


Dewi Durga juga dipuja oleh orang-orang penekun dunia spiritual. Tujuannya untuk menolong orang-orang yang terancam jiwanya seperti terserang penyakit non medis. 

Dewi Durga bukan hanya ; 
- dewa pelebur, 
- pemusnah, dan 
- pembasmi. 

Beliau juga bersedia menyembuhkan orang-orang yang memiliki penyakit yang sudah sekarat. Makanya di Bali ada istilah Nunas di Dalem atau Nebusin, dan lain-lain. 
Tujuannya untuk menentukan apakah beliau berkenan untuk menyembuhkan atau mencabut nyawanya.

Barangsiapa memuja beliau, maka mereka dipastikan akan dijauhkan dari segala mara bahaya. Di Indonesia ada konsep yang salah mengenai Dewi Durga. Beliau dianggap sebagai ratunya para setan Dedemit. 

Padahal beliau ini menguasai mereka. Dan jika tanpa beliau, maka semua unsur iblis ini akan merajalela tidak terkendali. Di India dan di seluruh dunia beliau adalah dewi yang paling dipuja demi mendapatkan perlindungan dari serangan ilmu hitam.

Apakah anda tahu? diantara semua dewa, mana yang paling dipuja oleh umat Hindu pada saat hari Galungan? Tentu saja Dewi Durga. Makanya di Bali pada saat hari Galungan pasti memasang Sampian Candigaan. Karena Candigaan berasal dari kata Candika, sementara Candika adalah nama lain dari Dewi Durga. Jika di India ada perayaan khusus untuk memuja Dewi Durga, perayaan itu bernama Durga Puja dan Kalipuja.

Sementara di Bali tidak ada perayaan khusus yang memuja Dewi Durga. Karena Stana Dewi Durga hanya ada di pura Dalem dan di kuburan { Pelinggih Hyang Berawi }. Sedangkan Piodalan di pura Dalem selalu tidak sama antara desa satu dengan desa lainnya. Dewi Durga sebagian besar dipuja oleh penganut aliran Tantrayana.

Ciri khas persembahan untuk Dewi Durga adalah daging babi. Makanya pada saat hari Penampahan Galungan, masyarakat Bali membuat Upakara di halaman rumah berupa ;
- Pabiakalan didasari Apejatian, 
- Tebasan Galungan
- Penyeneng, dan 
- Canang Genten yang dipersembahkan kepada Dewi Durga. 

Pada saat Penampahan juga memasang Penjor dengan Sanggah Cucuk sebagai tempat Upakara yadnya kepada Durga dalam wujud beliau sebagai Dewi Uma.

Salah satu mantram yang sangat sederhana untuk yadnya kepada Durga adalah sebagai berikut : 
"Om Catur Dewa Maha Sakti, Catur Asrama Bhatari, Siwa Jagatpati Dewi, Durga Sarira Dewi".

Dalam bahasa Sanskerta, Durga berarti terpencil atau tidak bisa dimasuki. Sementara dalam bahasa Dewanagari, Durga berarti dewi kemenangan. 

Beliau memiliki beberapa senjata diantaranya :
1. Cakram, 
2. Petir, 
3. Teratai, 
4. Ular, 
5. Pedang, 
6. Gada, 
7. Terompet kerang, dan 
8. Trisula. 

Sementara kendaraannya adalah Dawon yang artinya macan atau singa. 
Beliau memiliki banyak tangan dan memegang banyak tangan dengan posisi Mudra. 

Dewi Durga memiliki banyak nama diantaranya :
1. Dewi Uma, 
2. Dewi Parwati, 
3. Dewi Kali, 
4. Dewi Candika dan lain-lain.

Dalam sebuah lontar Purwagama Sasana disebutkan bahwa dewi Durga memiliki lima pancaran sakti yang disebut Panca Durga yaitu : 

1. Kala Durga, 
2. Durga Suksmi, 
3. Sri Durga, 
4. Sri Dewi Durga, dan 
5. Sriaji Durga. 

Semua itu merupakan kekuatan yang maha luar biasa dapat memberikan ketenteraman dan juga dapat menimbulkan bencana. Inilah yang menguasai ke 5 arah mata angin. Karena itu pada saat ritual Pengerehan atau Transformasi, kekuatan inilah yang dimohonkan untuk hadir dan bersedia untuk berstana dalam sebuah Tapakan Ida Bhatara berupa Rangda.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

IKUTI BLOG INI