PERJANJIAN ANTARA BAYI DAN ARI ARI - MENURUT HINDU

Dalam lontar Angastia Prana diceritakan bahwa dalam kandungan (buana alit) saat mencapai sembilan bulan terjadi dialog antara Sanghyang Titah (Çiwa) dengan si jabang bayi. Bahwa ‘rumahnya’ dalam kandungan sang ibu itu hanyalah sementara dan menunggu saatnya Sanghyang Tuduh memerintahkan untuk lahir ke dunia. Namun, si jabang bayi justru takut menjelma ke dunia. Karena dianggap hidup di dunia ini penuh tantangan.

Namun setelah dijelaskan oleh Bhatara Çiwa bahwa lahir ke dunia adalah untuk mencapai peningkatan diri guna mencapai kedekatan dengan Hyang Widhi maka mengertilah dia tujuan lahir ke alam fana ini. Dengan saran Bhatara Çiwa tersebut maka sang jabang bayi minta bantuan pada Sang Catur Sanak (saudara empatnya) yaitu ari-ari (plasenta), yeh nyom, lamas, dan darah. Empat unsur inilah saudara sejati dari manusia yang lahir dan hidup sampai mati kelak.

Maka terjadilah perjanjian akan saling tidak melupakan antara mereka. Yakni, nanti begitu saat di tuduh untuk lahir maka yeh nyom membukakan cupu manik sang ibu, darah memberikan tenaga (bayu), lamas memberikan zat pelicin, dan ari-ari (plasenta) mendorong keluar, dengan kerja sama yang sempurna lahir bayi ke dunia ini untuk mengembangkan dirinya serta membuka misteri dunia ini. Akibat dari perjanjian inipula, apapun upacara dan apapun yang diberikan pada si bayi selayaknya diberikan pula pada tempat ari-ari ditanam. Misalnya saat si bayi dimandikan selayaknya tempat ari-ari tersebut juga disiram. Saat bayi diberi makan, seharusnya di ari-ari tersebut juga dihaturkan makanan---ngejot.

Sebelum ditanam ari-ari di bersihkan dengan air biasa kemudian dengan air kembang telon (kum-kuman). Lalu dimasukkan dalam kelapa yang sebelumnya ditulis aksara Ah, bagian belahan bawahnya ditulis aksara Ang. Setelah disatukan pada bagian sambungan ditulis aksara Ongkara yang bermakna agar Sang Catur Sanak selalu mohon kekuatan Hyang Widhi untuk melindungi sang bayi dalam kehidupannya di dunia.


Sumber : Global Dewata

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

IKUTI BLOG INI